Skip to main content

EIGENRICHTING



EIGENRICHTING


Tindakan menghakimi sendiri, aksi sepihak = eigenrichting
·         Eigenrichting merupakan perbuatan yang dilarang à sehingga merupakan perbuatan melanggar hukum
·         Bagaimana dengan peristiwa berikut:
“seseorang menebang dahan pohon milik tetangga yang menjulur ke pekarangannya, setelah tetangganya diminta untuk memotongnya tetapi menolaknya”…
·         Setiap pelanggaran hukum pasti dikenakan sanksi
·         Eigenrichting merupakan pelanggaran hukum, maka dapat dikenai sanksi hukum
·         Namun ada perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum tetapi tidak dikenai sanksi.

Keadaan darurat (noodtoestand)
·         Konflik kepentingan hukum dan kewajiban hukum, yaitu dimana kepentingan yang kecil harus dikorbankan terhadap kepentingan yang lebih besar
·         Keadaan darurat dapat menjadi dasar menghapus hukuman.
·         Contoh: 2 orang yang sedang terapung berpegangan pada papan

Pembelaan terpaksa (noodweer)
Ada beberapa hal mengenai pembelaan terpaksa ini, yaitu:
1.      Maksud kata “terpaksa melakukan pembelaan” di sini mengandung pengertian:
·         harus ada serangan atau ancaman serangan,
·         harus ada jalan lain untuk menghalaukan serangan atau ancaman serangan pada saat itu, dan
·         perbuatan pembelaan harus seimbang dengan sifatnya serangan ancaman serangan.
2.      Kepentingan yang diserang adalah kepentingan baik kepunyaan sendiri maupun kepunyaan orang lain, yaitu:
·         diri atau badan orang,
·         kehormatan, kesusilaan.
·         harta benda orang.
3.      Serangan yang mendapat perlawanan sebagai pembelaan terpaksa haruslah bersifat melawan hukum.


Popular posts from this blog

MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA Sistem Ekonomi

MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA Sistem Ekonomi



Disusun oleh: 1.Ana Farkhana L L       (09416241028) 2.Eni Murwati                (09416241038) 3.Dwi Oktaviani N        (09416241048) 4.Fibriani Setyaningrum (09416241049)

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya makalah yang berjudul “Sistem Ekonomi”. Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih jauh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya. Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia pada prodi Pendidikan IPS di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Secara garis besar makalah ini membahas pengertian sistem ekonomi dan macam-macam sistem ekonomi. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Anik Widiastuti, S.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Perekonomian Indonesia. Kami menyadari bahwa maka…

Makalah Sektor Pertanian di Indonesia

SEKTOR PERTANIAN (PEREKONOMIAN INDONESIA)



Disusun Oleh Revianandha Pratama             09416241001                                            Rahmah Pratiwi                      09416241006 Anggi Titis Mahandra             09416241035 Riyan Waskito                                    09416241036

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010




KATA PENGANTAR
          Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya makalah yang berjudul “Sektor Pertanian”. Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih jauh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya. Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Perkonomian Indonesia, secara garis besar membahasDefinisi Sektor Pertanian dan Subsektor Pertanian,

Makalah Demokrasi Parlementer

BAB I PENDAHULUAN
.LATAR BELAKANG Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah cita- cita rakyat Indonesia yang telah  berasil dicapai, walaupun hal itu harus dicapai dengan segala kesulitan dan pengorbanan seluruh rakyat Indonesia pada saat itu. Namun walaupun telah merdeka dan diakui di mata dunia, bangsa Indonesia pada saat itu menghadapi harus menentukan masa depannya sendiri . pda masa itu di samping kemerdekaan telah diraih disisi lain banuyak terdapat kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, dan tradisi-tradisi otoriter , maka banyak hal yang bergantung pada kearifan dan nasib baik pemimpin negri. Dalam tahun 1950 kendali pemerintah masih di tangan kaum nasionalis perkotaan dari generasiyang lebih tua dari partai- partai sekuler. Masalah- masalah social yang dihadapi bangsa Indonesia setelah terlepas dari belenggu penjajah, sisa- sisa penderitaan rakyat mendorong para elite negri untuk segera melakukan penataan dalam hal pemerintahan dan institusi.  Dari belanda dan jepang Indonesia mewari…