Skip to main content

PERSPEKTIF GLOBAL : Pengertian Globalisasi dan Dampak

PERSPEKTIF GLOBAL
1.    PEMBELAJARAN GLOBALISASI PADA SMP KELAS 1
a.    Pembelajaran diawali dengan penyiapan RPP tentang materi yang akan disampaikan, yaitu tentang pengertian, faktor penyebab globalisasi, dan dampak globalisasi bagi individu, keluarga, dan masyarakat berbangsa. Pembuatab RPP tersebut dimaksudkan agar pembelajaran sesuai alur dan terarah, segingga tercapai tujuan penyampaian bahasan.
b.    Pembelajaran dilaksanakan di dalam kelas. Sebagai pengantar saya sampaikan pengertian globalisasi sebagai pengantar dan gambaran tentang globalisasi.
c.    Pembelajaran inti saya sampaikan tentang faktor penyebab globalisasi, dan dampak globalisasi bagi individu, keluarga, dan masyarakat berbangsa.
d.   Setelah pembelajaran inti dilakukan, untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman siswa tentang materi yang sudah disampaikan, siswa saya tugaskan untuk keluar kelas mengamati lingkungan sekolah untuk mencari satu contoh dampak dari globalisasi yang ada di lingkungan sekolah. Dengan begitu siswa lebig memahami tentang globalisasi karena pembelajaran bersifat kontekstual.
Materi pengertian, faktor penyebab globalisasi, dan dampak globalisasi bagi individu, keluarga, dan masyarakat berbangsa:
Pengertan globalisasi
Globalisasi adalah peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya, dan bentuk interaksi lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi kabur. Globalisasi juga diartikan sebagai suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
Faktor penyabab globalisasi
·      Kemajuan ilmu pengetahuan, komunikasi dan informasi
·      Sumber daya yang berbeda-beda antar negara
·      Dorongan pemenuhan kebutuhan negara
Dampak globalisasi bagi individu
·      Dapat berkomunikasi jarak jauh
·      Berpergian dapat lebih cepat
·      Dapat menikmati hiburan
·      Mengetahui berita terkini di negara lain
·      Terbawa ke budaya yang tidak baik
Dampak bagi keluarga
·      Labih mudah dalam komunikasi anat anggota keluarga
·      Keluarga dapat memenuhi kebutuhan dengan lebih baik
·      Keharmonisan keluarga bisa terancam
Dampak bagi masyarakat berbangsa
·      Hilangnya budaya bangsa
·      Demokrasi semakin baik
·      Pemenuhan kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi
2.    Dimensi untuk mengkaji bentuk globalisasi adalah:
a.    Space               : globalisasi dengan ekstensitasnya (extensity)mencapai atau menjangaku semua wilayah
b.    Regularity        : globalisasi dengan intensitasnya (intensity) mencakup interaksi antar negara
c.    Speed               : globalisasi dengan kecepatannya (velocity) mampu menjalar ke seluruh negara
d.   Depth               : globalisasi mempunyai dampak (impact) baik positif maupun negatif bagi negara
Dari dimensi-dimensi di atas mengahilkan 4 bentuk globalisasi, yaitu:
a.     Thick globalization
Thick gobalization mempunyai ciri-ciri exsensitasnya tinggi, intensitasnya tinggi, kecepatannya tinggi, dan dampaknya pun tinggi. Dampaknya bisa dirasakan di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Contohnya adanya internet. Diberbagai belahan dunia sekarang masyarakatnya menjadi pengguna internet. Dan dampaknya pun bersifat besar dan dalam berbagai aspek kehidupan. Dunia pendidikan, ekonomi, politik, sosial, dll sekarang sudah sangat bergantung pada internet.
b.    Diffused Globalization
Diffused Globalization mempunyai ciri-ciri extensitasnya tinggi, intensitasnya tinggi, kecepatannya tinggi, namun dampaknya rendah. Globalisasi ini, sangat dimediasi dan diatur oleh pemerintahan dalam negara. Contohnya negara korea utara dimana peran pemerintah sangat ketat dalam mengatasi globalisasi. Pembelian tivi pun harus mendapat persetujuan dari pemerintah setempat sehingga siaran yang tidak selaras dengan pemerintahan tidak dapat diakses.
c.     Expansive Globalization
Expansive globalisasi mempunyai ciri-ciri extensitasnya tinggi, intensitasnya rendah, kecepatannya rendah, dan dampaknya tinggi. Jenis globalisasi ditandai dengan besarnya dampak dibandingkan dengan intensitas atau kecepatan. Contohnya ekspansi eropa barat.
d.    Thin Globalization
Thin Globalization mempunyai ciri-ciri extensitasnya tinggi, intensitasnya rendah, kecepatannya rendah, dan berdampak rendah. Contohnya adalah koneksi pada awal perdagangan sutera antara eropa dan china.
3.    Teori globalisasi
Teori hyperglobalist berpendapat bahwa ekonomi global didominasi kekuatan yang tidak terkontrol di mana negara secara struktural yang bergantung modal global sehingga terjadi pergeseran struktur yang drastis dari pemerintah. bergnegara bangsa menghadapi peluang maupun ancaman akibat intensitas proses ekonomi dan politik yang transnasional. Aktifitas tersebut  dapat mengancam prinsip territorial yang menjadi landasan bagi organisasi sosial politik modern yaitu negara. Varian neoliberal menganggap bahwa globalisasi merupakan prakondisi bagi kesejahteraan global. Sedangkan varian radikal menganggap bahwa globalisasi hanya akan memperlebar jurang kesenjangan dan kemiskinan global.
Teori transformasionalis berpendapat bahwa globalisasi merupakan kondisi politik, ekonomi, sosial dan budaya yang baru karena mentransformasikan kekuasaan negara. Ada aspek peluang dan tantangan didalamnya sehingga menuntut pengelolaan yang bijak. Para transformasionalis berada di antara kaum globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis, namun mereka tidak menyangkal keberadaan konsep globalisasi ini. Mereka berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung.
Perbedaan teori hiperglobalist dengan teori transformasionalis
Teori hiperglobalist
Teori transformasionalis
a.        Globalisasi bisa menguntungkan atau merugikan bagi suatu bangsa
b.       Mengembangkan masyarakat sipil global yang memberikan
c.        Suatu jalan kehidupan manusia
d.       Mengembangkan kedudukan masyarakat global
a.        Globalisasi tidak sepenuhnya baik tidak sepenuhnya jelek tapi merupakan bentuk baru dari timpangan pendapatan bentuk baru  dari perdagangan
b.       Ada kekuatan lokal yang menyebabkan bentuk barat berubah
c.        Globalisasi adalah kekuatan ekonomi, kultural, sosial, politik, yang mempengaruhi kehidupan lain
d.       Informasi berkembang cepat

Globalisasi di Indonesia
Globalisasi yang terjadi di Indonesia termasuk ke dalam teori transformasionalist. Dalam teori hiperglobalist globalisasi bisa menghilangakn kedaulatan sebuah negara karena begitu besarnya arus yang terjadi. Sedangkan negara Indonesia masih mempunyai kedaulatan negara maski terkena arus globalisasi. indonesia masih bisa berdiri sebagai sebuah negara dengan ciri khasnya, dengan ideologi pancasilanya, dan dengan berbagai budayanya. Dan semua itu terangkum menjadi identitas nasional Indonesia. Globalisasi di Indonesia dalam teori transformasionalist memandang bahwa globalisasi yang terjadi memang membawa perubahan di berbagai aspek kehidupan, namun perubahan-perubahan itu tidak sampai menghilangkan jati diri bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya Indonesia mengalami globalisasi di berbagai bidang kehidupan. Indonesia tidak memungkiri adanya globalisasi karena  adanya informasi yang berkembang cepat. Dalam hal ini kekuatan lokal Indonesia masih bertahan di era globalisasi.

Popular posts from this blog

MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA Sistem Ekonomi

MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA Sistem Ekonomi



Disusun oleh: 1.Ana Farkhana L L       (09416241028) 2.Eni Murwati                (09416241038) 3.Dwi Oktaviani N        (09416241048) 4.Fibriani Setyaningrum (09416241049)

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya makalah yang berjudul “Sistem Ekonomi”. Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih jauh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya. Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia pada prodi Pendidikan IPS di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Secara garis besar makalah ini membahas pengertian sistem ekonomi dan macam-macam sistem ekonomi. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Anik Widiastuti, S.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Perekonomian Indonesia. Kami menyadari bahwa maka…

Makalah Sektor Pertanian di Indonesia

SEKTOR PERTANIAN (PEREKONOMIAN INDONESIA)



Disusun Oleh Revianandha Pratama             09416241001                                            Rahmah Pratiwi                      09416241006 Anggi Titis Mahandra             09416241035 Riyan Waskito                                    09416241036

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010




KATA PENGANTAR
          Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya makalah yang berjudul “Sektor Pertanian”. Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih jauh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya. Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Perkonomian Indonesia, secara garis besar membahasDefinisi Sektor Pertanian dan Subsektor Pertanian,

Makalah Demokrasi Parlementer

BAB I PENDAHULUAN
.LATAR BELAKANG Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah cita- cita rakyat Indonesia yang telah  berasil dicapai, walaupun hal itu harus dicapai dengan segala kesulitan dan pengorbanan seluruh rakyat Indonesia pada saat itu. Namun walaupun telah merdeka dan diakui di mata dunia, bangsa Indonesia pada saat itu menghadapi harus menentukan masa depannya sendiri . pda masa itu di samping kemerdekaan telah diraih disisi lain banuyak terdapat kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, dan tradisi-tradisi otoriter , maka banyak hal yang bergantung pada kearifan dan nasib baik pemimpin negri. Dalam tahun 1950 kendali pemerintah masih di tangan kaum nasionalis perkotaan dari generasiyang lebih tua dari partai- partai sekuler. Masalah- masalah social yang dihadapi bangsa Indonesia setelah terlepas dari belenggu penjajah, sisa- sisa penderitaan rakyat mendorong para elite negri untuk segera melakukan penataan dalam hal pemerintahan dan institusi.  Dari belanda dan jepang Indonesia mewari…